BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

Konsep Ujian Akhir Nasional (UAN) adalah suatu tes yang diberikan pada akhir suatu tingkat pendidikan dengan tujuan mencapai standarisasi nilai kelulusan yang berstandar Nasional untuk mencapai mutu terbaik bagi pendidikan di Indonesia. Selain itu, Ujian Akhir Nasional (UAN) merupakan salah satu alat evaluasi yang dikeluarkan Pemerintah untuk mengukur tingkat pencapaian tujuan pendidikan Nasional dalam menentukan kelulusan peserta didik. Kelulusan UAN akan dapat dilaksanakan  setelah peserta didik menjalani proses belajar selama 3 tahun dalam satuan jenjang pendidikan. Peserta didik disini adalah siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Di dalam hasil UAN terdapat  ketidakadilan atau kerancuan dalam kebijakan penentuan kelulusan siswa. Selain itu, masalah lainnya adalah bahwa kelulusan UAN hanya ditentukan selama 6 hari. Waktu 6 hari adalah waktu yang tidak sebanding dengan proses belajar peserta didik selama 3 tahun.

Dalam perkembangan selanjutnya, UAN menuai banyak protes dan kritikan dari berbagai kalangan karena adanya ketimpangan dalam pelaksanaannya. Misalnya, Kelulusan siswa hanya ditentukan dengan hasil nilai UAN sedangkan selama 3 tahun siswa sudah menjalankan proses belajar di sekolah. Proses belajar ini tidak hanya mengandalkan pada aspek kognitif  tetapi juga aspek psikomotor dan afektif. Sedangkan UAN hanyalah standar kelulusan siswa yang mengacu pada aspek kognitif. Pelaksanaan UAN menjadi amanat dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Nomor 20 Tahun 2003. Amanat tersebut tercantum pada pasal 12 ayat 1b yaitu setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya. Selain itu pada pasal 12 ayat 1f, setiap peserta didik berhak untuk menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan. Oleh karena itu sesuai dengan pasal 12 ayat 1b, peserta didik yang telah mengenyam pendidikan selama 3 tahun dengan prestasi yang baik pada segi akademik maupun non akademik seharusnya mendapatkan perhatian apabila tidak lulus UAN. Hal ini dikarenakan mereka yang berprestasi itu mempunyai kemampuan baik pada segi akademik maupun non akademik selama mengenyam pendidikan 3 tahun di sekolah. Jadi sangat disayangkan apabila mereka yang mempunyai prestasi baik di sekolah tetapi tidak lulus UAN.

Berdasarkan  uraian tersebut, tim penulis ingin memberikan solusi bagaimana seharusnya pelaksanaan UAN dapat diterapkan dengan baik di Indonesia. Selain itu agar ketidakadilan dalam kelulusan UAN dapat dipecahkan.

B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang, maka rumusan permasalahannya yaitu:

1.      Apakah nilai ujian praktik dapat digunakan sebagai pertimbangan penentuan kelulusan UAN?

2.      Bagaimanakah pengaruh standarisasi nilai ujian praktik terhadap kelulusan UAN?

3.      Bagaimanakah alternatif dalam mengatasi kesenjangan antara nilai hasil UAN dan ujian praktik?

C.     Tujuan

Tujuan yang ingin dicapai dalam karya tulis ini adalah untuk mengetahui:

1.      Dapat tidaknya nilai ujian praktik digunakan sebagai pertimbangan penentuan kelulusan UAN

2.      Pengaruh standarisasi nilai ujian praktik terhadap kelulusan UAN

3.      Alternatif dalam mengatasi kesenjangan antara nilai hasil UAN dan ujian praktik

D.    Manfaat

Manfaat yang diharapkan dari penulisan karya tulis ini adalah sebagai bahan pertimbangan pemerintah dalam menetapkan nilai ujian praktik untuk kelulusan UAN bagi satuan jenjang pendidikan. Manfaat ini tidak lepas dari bagaimana upaya untuk memberikan solusi terhadap penentuan hasil kelulusan peserta didik yang melaksanakan UAN. Selain itu manfaat lain yang dapat diharapkan adalah menyeimbangkan nilai ujian praktik dan UAN untuk  menetapkan pesera didik berhak lulus atau tidak setelah melaksanakan UAN.

BAB II

TELAAH PUSTAKA

 

A.    Konsep Dasar Kelulusan UAN

Sesuai dengan peningkatan mutu pendidikan, maka di Indonesia berusaha untuk selalu memperbaikinya dari waktu ke waktu. Hal ini salah satunya dapat dibuktikan dengan adanya perubahan sistem penentuan kelulusan peserta didik di setiap satuan jenjang pendidikan.Sistem ini yaitu dengan mengganti sistem evaluasi pendidikan Ebtanas sampai UAN yang sampai sekarang diterapkan di Indonesia. UAN adalah sesuatu yang tidak asing lagi di didengar dalam dunia pendidikan, karena UAN menjadi salah satu pembicaraan yang pernah diperdebatkan. Tetapi masalahnya bukan karena pernah menjadi pembicaraan yang pernah diperdebatkan melainkan bagaimana konsep dasar kelulusan UAN.

1.      Pengertian Kelulusan UAN

Kelulusan UAN adalah keberhasilan peserta didik mengerjakan soal tertulis dari pemerintah yang diadakan  setelah peseta didik melalui proses pembelajaran akhir selama 3 tahun di setiap jenjang pendidikan. Dengan kata lain bahwa kelulusan UAN merupakan salah satu standar penilaian untuk memperoleh data dan informasi tentang suatu pencapaian hasil belajar yang penilaiannya diadakan secara nasional dan dilaksanakan pada akhir satuan pendidikan.Selain itu kelulusan UAN merupakan suatu instrument untuk memperoleh informasi tentang pencapaian ‘benchmarking’ yaitu penilaian proses dan hasil untuk menuju keunggulan yang memuaskan. Sedangkan pengertian dari peserta didik menurut ketentuan umum pasal 1 Undang-undang nomor 4 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya melalui proses pendidikan pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.

2.      Manfaat Kelulusan UAN

Manfaat kelulusan UAN antara lain yaitu: (1) sebagai acuan dalam pemerataan mutu satuan pendidikan, Pemerataan mutu satuan pendidikan didefinisikan sebagai kebijakan pemerintah di bidang pendidikan dalam memetakan mutu pendidikan masing-masing sekolah ataupun daerah yang berbeda-beda kualitasnya dengan merujuk pada referensi hasil UAN. (2) dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, (3) dasar pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, (4) sebagai hasil akhir dari proses belajar peserta didik di setiap jenjang pendidikan. (5) Memperoleh informasi tentang peringkat sekolah dengan mengetahui banyak tidaknya peserta UAN yang lulus.

B.     Konsep Dasar Ujian Praktik

Ujian praktik merupakan rangkaian kegiatan ujian kompetensi untuk menjamin kualitas kompetensi siswa pada aspek motorik atau keterampilan atau psikomotorik sebagai komponen penting kompetensi selain pengetahuan dan sikap. Oleh karena itu ujian praktik diperlukan dan strategis dalam upaya peningkatan mutu kompetensi siswa sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. Pelaksanaannya harus sungguh-sungguh agar hasilnya valid, objektif, dan akuntabel. Adanya ujian praktik bagi siswa menjadikan kualitas dari pembelajaran di sekolah meningkat karena hal ini mendukung kelancaran aspek psikomotorik siswa. Di dalam kurikulum sekolah, ujian praktik menjadi kegiatan yang tidak terpisahkan dari rangkaian kegiatan ujian seperti ujian akhir sekolah dan UAN sebagai syarat kelulusan SMA/MA. Tetapi seperti yang telah banyak diketahui bahwa jarang ada siswa yang tidak lulus dalam ujian praktik karena setiap sekolah memberlakukan kebijakan dengan mengadakan remidi atau pengulangan kepada siswa yang tidak lulus dalam ujian praktik. Penilaian ujian praktik diadakan atau dilaksanakan oleh sekolah bukan dari pemerintah.

Ujian praktik ini disesuaikan dengan mata pelajaran yang ada di sekolah. Misalnya pelajaran Bahasa Indonesia, dalam ujian praktik maka siswa diharuskan untuk mengikutinya. Adapun contoh penerapan ujian praktik Bahasa Indonesia yaitu dengan membaca puisi, membuat cerpen, berpidato, dan lain-lain. Contoh lainnya adalah penerapan ujian praktik kimia. Guru dapat memberikan ujian praktik kepada siswa yaitu dengan melarutkan asam-basa pada suatu larutan, melakukan titrasi asam-basa, dan lain-lain. Contoh-contoh dari ujian praktik tidak hanya itu saja melainkan tergantung kepada gurunya masing-masing yang materi ujian praktik disesuaikan dengan materi pembelajaran yang telah diajarkan.

C.      Alternatif  yang Telah Dilakukan untuk Mengatasi Kontroversi Hasil UAN

Berbagai kontroversi dengan adanya nilai hasil UAN telah banyak diperdebatkan. Pasalnya ruang lingkup materi dan penyelenggaraan UAN yang sangat terbatas ( 6 mata pelajaran untuk SMA dan 4 mata pelajaran untuk SMP). Mata pelajaran yang diujikan dalam UAN hanya dominan pada aspek kognitif tetapi aspek teknisnya mempunyai banyak kekurangan. Untuk itu beberapa upaya yang telah dilakukan dalam mengatasi kontroversi hasil UAN adalah:

  • Pemerintah melakukan sosialisasi tentang tujuan dan manfaat diterapkannya UAN melalui media cetak maupun elektronik
  • Pemerintah memberikan kesempatan kepada siswa yang belum lulus UAN untuk mengulang ujian pada tahap kedua hanya untuk mata pelajaran yang belum lulus
  • Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) mengeluarkan edaran kepada perguruan tinggi dan SMA/MA/SMK bahwa mereka dapat melakukan “penerimaan bersyarat” bagi siswa yang tidak lulus UAN

BAB III

METODE PENULISAN

 

Penulisan karya tulis ini melalui langkah-langkah sebagai berikut:

1.      Mengikuti pelatihan karya tulis ilmiah di gedung E1 universitas Negeri Malang selama 8 jam

2.      Memilih topik yang akan dijadikan sebagai penulisan karya ilmiah yang ada di Penjelasan Umum Pedoman PKM-GT

3.      Memilih rekan kerja dalam pembuatan karya tulis ilmiah

4.      Mencari atau mengumpulkan bahan-bahan pustaka yang akan dijadikan sebagai pedoman dan bahan rujukan dalam membahas dan menyusun karya tulis. Sumber didapat dari browsing internet dan buku-buku yang dipinjam dari perpustakaan Universitas Negeri Malang

5.      Menganalisis bahan-bahan pustaka yang dipadukan sesuai dengan topik

6.      Menemukan masalah dan pembahasannya yang kemudian akan disusun sebagai karya tulis

7.      Menuliskan hasil dari penemuan pembahasan masalah dengan mengidentifikasikan latar belakang masalah, tujuan, dan manfaat.Kemudian memaparkan uraian yang menunjukkan landasan teori dan konsep-konsep yang relevan dengan masalah yang dibahas dan dianalisis serta memberikan gagasan kreaktif terhadap permasalahan yang dikaji.Lalu memberikan kesimpulan dan saran dari hasil analisis permasalahan

8.      Berkonsultasi dengan dosen pembimbing untuk perbaikan penulisan karya tulis ilmiah dan mendiskusikan hal-hal yang dibahas untuk mencari kesempurnaan penulisan.

9.      Mengumpulkan karya tulis di panitia PKM-GT Universitas Negeri Malang.

BAB 1V

ANALISIS DAN SINTESIS

 

A.    Nilai Ujian Praktik dapat digunakan sebagai Pertimbangan Penentuan Kelulusan UAN

Ujian praktik merupakan kegiatan yang tak terpisahkan dari rangkaian kegiatan ujian sebagai syarat kelulusan SMA atau MA. Selain lulus UAN, kelulusan siswa disyaratkan dengan memiliki perilaku yang baik, mengikuti seluruh proses pembelajaran, dan lulus ujian sekolah (tertulis maupun praktik). Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyebutkan bahwa penilaian pendidikan dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah. Pendidik melakukan penilaian melalui ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester. Satuan pendidiakan melakukan penilaian melalui ujian sekolah. Sedangkan pemerintah melakukan penilaian melalui Ujian Akhir Nasional untuk standarisasi mutu pendidikan. Permasalahannya disini adalah terdapat ketidakadilan dalam hasil-hasil Ujian Akhir Nasional. UAN dijadikan sebagai satu-satunya penentu kelulusan siswa yang kemudian akan dapat mempengaruhi kehidupan individu siswa karena UAN memiliki dampak besar terhadap siswa.

Penilaian hasil UAN memiliki kelemahan yaitu penilaian yang diterapkan hanya mengukur kemampuan kognitif dan melupakan proses pembelajaran yang bermakna dan pembudayaan kemampuan nilai serta sikap. Penilaian ini hanya mengarah kepada aspek kemampuan siswa untuk berpikir sedangkan seharusnya menurut Sudjiarto (2005) bahwa penilaian atau system pembelajaran yang baik harus memperhatikan empat pilar belajar. Keempat pilar itu menyangkut bagaimana peserta didik memperoleh kemampuan belajar, melatih dan mengembangkan kemampuan berpikir, melatih dan mengembangkan kemampuan memecahkan masalah, dan pusat pembudayaan nilai sikap dan kemampuan. Hal-hal tersebut sudah diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah namun pada akhir penentuan kelulusan UAN keempat pilar tersebut tidak digunakan. Nilai kelulusan hanya didasarkan pada nilai UAN.

Sebenarnya jika ingin memperbaiki mutu pendidikan maka kelulusan siswa bukan hanya berasal dari nilai UAN melainkan juga dari nilai ujian praktik karena dengan mengikutsertakan ujian pratik sebagai syarat kelulusan siswa maka akan ada keseimbangan antara aspek kognitif dan psikomotor. Dengan adanya penilaian seperti ini maka akan diketahui peserta didik yang benar-benar mampu dan layak lulus. Atas dasar Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyebutkan bahwa tujuan dari pendidikan Nasional adalah mengembangkan kemampuan atau potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yng demokratis serta bertanggung jawab. Jadi jelas bahwa tidak hanya UAN yang digunakan sebagai penentu kelulusan siswa karena tujuan pendidikan Nasional juga mengarahkan kepada pengembangan siswa dari segi kognitif dan psikomotor.

Nilai ujian praktik digunakan sebagai pertimbangan penentuan kelulusan UAN karena siswa biasanya ada yang menonjol pada segi kognitif saja atau segi psikomotor saja atau ada yang unggul dalam kedua aspek tersebut. Bagi siswa yang unggul dalam kedua aspek tersebut atau yang unggul dalam aspek kognitif, mengerjakan soal UAN adalah sesuatu yang mungkin tidak memberatkan bagi mereka. Berbeda dengan siswa yang hanya memiliki penguasaan pada aspek psikomotor saja, maka ada kecenderungan bagi mereka untuk tidak dapat mengerjakan soal-soal UAN yang diberikan pemerintah. Oleh karena itu untuk mewujudkan suatu keseimbangan hasil kelulusan siswa maka ujian praktik dapat dipertimbangkan sebagai penentuan kelulusan UAN.

B.     Pengaruh Standarisasi Nilai Ujian Praktik sebagai Pertimbangan Penentuan Kelulusan UAN

Pengaruh standarisasi nilai ujian praktik sebagai pertimbangan penentuan kelulusan UAN adalah siswa tidak siap untuk melaksanakan ujian praktik. Hal ini dikarenakan tuntutan aspek psikomotor yang harus mereka jalankan untuk prasyarat kelulusan UAN.UAN merupakan syarat kelulusan yang hanya mengacu pada aspek kognitif sedangkan salah satu tujuan dari pendidikan yaitu agar nantinya peserta didik dapat bekerja setelah selesai mengenyam pendidikan.Bekerja tidak hanya mengandalkan aspek kognitif saja tetapi juga aspek psikomotor dan afektif. Disinilah letak dari permasalahannya. Dalam menetapkan ujian praktik sebagai standarisasi kelulusan UAN ada hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu ujian praktik berpedoman pada kisi-kisi mata pelajaran di sekolah agar relevan dengan tuntutan kompetensi, penilaian praktik secara sederhana terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan hasil. Ketiganya dapat dirinci dalam beberapa aspek yang dapat mengukur kompetensi siswa dari segi keterampilan, sikap, maupun, pengetahuannya. Selain itu pengaruh yang lain adalah siswa sedikit kehilangan waktunya untuk menyiapkan diri untuk mengikuti ujian praktik. Tetapi semuanya itu menjadi suatu tantangan dimana siswa harus mampu mengembangkan potensi dirinya baik dari segi kognitif maupun psikomotor. Pengembangan potensi seperti ini diharapkan agar siswa dapat menjadi manusia yang sesuai dengan tujuan dari pendidikan Nasional. Pengaruh positif terhadap standarisasi ujian praktik sebagai pertimbangan kelulusan UAN adalah adanya kepuasan keadilan terhadap siswa.

DAFTAR PUSTAKA

 

Chan, Sam M, dkk. (2007). Analisis SWOT: Kebijakan Pendidikan Era Otonomi Daerah. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Departemen Agama RI. (2008). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren

Depdiknas. (2005). Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

http://www.psikologi.tarumanegara.ac.id/fidelis/?p=11

http://www.e-dukasi.net/mgmp/default.php?module=post&id=48

http://re-searchengines.com/art05-75.html

Depthnews. 2009. Kilas Balik Ujian Akhir Nasional. http://tokohindonesia.com/majalah/22/kilas-un.shtml [3 November 2009]

Syarifah Anna Ruhayya Assegaff. 2008. UAN (Ujian Akhir Nasional VS UU No.20 TAHUN 2003). http://www.acehforum.or.id/uan-ujian-akhir-t11959.html?s=2fa3dc1a2ec2ddc524f3a6e2a01dbf8d&amp [3 November 2009]

http://www.bpkp.go.id/unit/hukum/pp/2005/019-05.pdf

http://groups.yahoo.com/group/puskur/message/1204

Aderama. 2008. Dilema Ujian Nasional (UN) dan solusinya, http://aderama.multiply.com/journal/item/2 [3 November 2009]

http://www.facebook.com/topic.php?uid=78466098966&topic=12384

Kementrian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. 2008. Tiap Tahun Angka Standar Kelulusan UN Dinaikkan Jadi 6. http://www.menkokesra.go.id/content/view/6133/39/ [3 November 2009]

Faisal Amri, S.Pd. 2009. Siswa Tak Lulus Ujian Nasional, Salah Siapa. http://paizalamri.blogspot.com/2009/06/ujian-nasional_16.html [3 November 2009]