Proses Manajemen dan Operasionalisasi

Program Ekstrakurikuler Otomotif

Akhmad Fauzi Fadllillah

Abstract: MAN Tambakberas hold automotive extracurricular activity. Target of this research is know about management process, operationalitation, drip, and support factor in extracurricular activity. Process of automotive extracurricular management hasn’t special planning, management is given to Islamic school vice on skill sector, automotive extracurricular class is formed by interest and selection. Drip factor are fund, human total, and activity which hold on afternoon but support factor are tool, infrastructure interested person, and cooperation between personil.

Keywords: Management, Operationalitation, Automotive extracurricular

Pendidikan merupakan indikator penting dalam perkembangan suatu bangsa. Kebahagiaan dan kesejahteraan dapat dicapai dengan bekerja. Lapangan pekerjaan baru menuntut seseorang memiliki keterampilan dan pengalaman di bidang tertentu, misalnya otomotif. Dunia otomotif berkembang pesat pada setiap tahun.

Disinilah sekolah formal mendapatkan peran baru yakni peranan dalam memberikan pengalaman dan ketermpilan yang dapat menunjang kehidupan lulusannya kelak. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tambakberas Jombang sebagai sekolah yang memberikan pengetahuan umum dan wawasan beragama membekali peserta didiknya dengan berbagai keterampilan yaitu dengan menyelenggarakan beberapa kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler yang dimaksud adalah otomotif, meubelair, dan menjahit.

Tujuan penelitian adalah: (1) mendeskripsikan proses manajemen ekstrakurikuler otomotif di MAN Tambakberas Jombang; (2) mendeskripsikan proses operasionalisasi ekstrakurikuler otomotif; (3) mendeskripsikan faktor-faktor penghambat dan cara mengatasinya; dan (4) mendeskripsikan faktor-faktor pendukung dan cara memanfaatkannya dalam kegiatan ekstrakurikuler otomotif.

Menurut Follet (dalam Sule dan Saefulloh, 2005: 5), manajemen didefinisikan sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Sahertian (1987: 83) menyatakan bahwa ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk waktu libur) yang dilakukan di sekolah dan luar sekolah dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai mata pelajaran, menyalurkan bakat, dan minat serta melengkapi upaya pembinaan siswa seutuhnya.

Otomotif adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang alat transportasi manusia yang berbentuk suatu rangkaian mesin.Untuk mencapai suatu tujuan, kita menentukan strategi. Sanjaya, W (2006: 124) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian tindakan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumberdaya/ kekuatan dalam pembelajaran.

METODE

Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif . Penelitian terhadap fenomena dalam ekstrakurikuler otomotif di MAN Tambakberas Jombang merupakan penelitian jenis studi kasus. Dalam pelaksanaan penelitian di lapangan, data-data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Peneliti melaksanakan kegiatan pengumpulan data 3x dalam seminggu.

Sumber data utama yakni dokumen, observasi, peserta didik, informasi yang didapat melalui kegiatan wawancara dengan para penanggungjawab serta pelaksana kegiatan ekstrakurikuler otomotif . Adapun proses analisis datanya menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian, pengecekan keabsahan data menggunakan kriteria derajat kepercayaan sedangkan teknik yang digunakan adalah teknik triangulasi.

HASIL

Ada empat hasil penelitian yaitu: (1) temuan penelitian manajemen program ekstrakurikuler otomotif . Dalam proses manajemen ekstrakurikuler otomotif tidak terdapat perencanaan secara khusus karena sifat kegiatan yang dilaksanakan merupakan kegiatan rutin setiap tahun; (2) temuan penelitian proses operasionalisasi kegiatan ekstrakurikuler otomotif. Kelas ekstrakurikuler otomotif dibentuk melalui pengelompokkan peserta didik berdasarkan minat. Siswa yang berhak mengikuti kegiatan magang adalah siswa kelas akhir ekstrakurikuler/ kelas sebelas; (3) temuan penelitian faktor-faktor penghambat dan cara mengatasinya dalam pengelolaan ekstrakurikuler otomotif.

Faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan ekstrakurikuler otomotif adalah dana yang tersedia minim, kurangnya jumlah personalia, kegiatan ekstrakurikuler otomotif dilaksanakan pada sore hari, dan perlu adanya pelatihan bagi pembina ekstrakurikuler otomotif; dan (4) temuan penelitian faktor-faktor  pendukung dan cara memanfaatkannya dalam pengelolaan ekstrakurikuler otomotif.

Temuan penelitian faktor-faktor pendukung tersebut adalah sarana prasarana yang lengkap dapat digunakan maksimal, peminat terhadap ekstrakurikuler otomotif besar, dan kekompakan yang ada mampu menutupi sementara kekurangan jumlah personalia.

PEMBAHASAN

Proses manajemen ekstrakurikuler otomotif tidak memiliki perencanaan secara khusus karena sifat kegiatan yang dilaksanakan merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Menurut Nifc Kels dan Mchuah (dalam Sule dan Saefulloh, 2005: 8), Perencanaan adalah proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi yang tepat untuk mewujudkan target organisasi.

Pengelolaan kegiatan dibebankan kepada Wakil Kepala Madrasah bidang Keterampilan yang menangani keuangan, sarana prasarana, kurikulum, dan dua orang pembina keterampilan otomotif yang memiliki tanggung jawab dalam proses kegiatan belajar mengajar. Kelas ekstrakurikuler otomotif dibentuk melalui pengelompokkan peserta didik yakni dengan mengumpulkan siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keterampilan otomotif ke dalam satu kelas. Jenis pengelompokkan yang digunakan adalah pengelompokkan berdasarkan minat. Menurut Imron, A ( 1995: 75), interest grouping adalah pengelompokkan siswa berdasarkan minat peserta didik. Untuk memberikan pengalaman yang lebih nyata dalam pelaksanaan, maka terdapat kegiatan praktik magang ke perusahaan, lembaga/ bengkel-bengkel yang relevan dengan bidang otomotif.

Dana merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kinerja sebuah organisasi. Salah satu kegiatan praktik yang terganggu dengan minimnya dana adalah praktik pelepuhan logam . Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di sore hari juga menimbulkan beberapa masalah. De Porter dan Hernacki (2002) menjelaskan bahwa selama melakukan pekerjaan mental yang berat tekanan darah dan denyut jantung cenderung meningkat. Keadaan tersebut mengakibatkan kelelahan secara fisik dan psikis. Begitu pula dengan siswa yang mengikuti ekstrakurikuler otomotif. Mereka juga mengalami kelelahan setelah di pagi hari mengikuti kegiatan pembelajaran di Madrasah.

Lengkapnya sarana prasarana merupakan kondisi pembelajaran yang baik dan kekompakan antar personalia berimplikasi pada lingkungan organisasi yang baik. Nickels dan McHugh (dalam Sule dan Saefulloh, 2005: 8) menyatakan bahwa sistem dan lingkungan organisasi yang baik adalah salah satu unsur yang harus ada pada suatu organisasi sehingga tujuan organisasi dapat tercapai.

PENUTUP

Kesimpulan

Dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa: (1) Proses manajemen ekstrakurikuler otomotif tidak memiliki perencanaan secara khusus karena sifat kegiatan yang dilaksanakan merupakan kegiatan rutin setiap tahun; (2) Kegiatan ekstrakurikuler otomotif memiliki beberapa sub kegiatan inti; (3) Faktor-faktor penghambat pelaksanaan ekstrakurikuler otomotif adalah dana yang tersedia untuk pelaksanaan ekstrakurikuler otomotif minim, kurangnya jumlah personalia, kegiatan ekstrakurikuler otomotif dilaksanakan pada sore hari, dan perlu adanya pelatihan bagi pembina ekstrakurikuler otomotif; dan (4) faktor-faktor pendukung adalah sarana prasarana yang lengkap dapat digunakan maksimal, peminat terhadap ekstrakurikuler otomotif besar, dan kekompakan yang ada mampu menutupi sementara kekurangan jumlah personalia.

Saran

Bagi pimpinan MAN Tambakberas Jombang perlu menjadikan perencanaan secara rutin untuk lebih meningkatkan kualitas pembelajaran. Bagi pimpinan MA yang lain diharapkan memperhatikan faktor pendanaan personalia, kondisi fisik, dan waktu belajar siswa. Bagi Departemen Agama, diharapkan mengembangkan kajian MAK terutama jurusan otomotif.

Bagi peneliti lain, diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini selain yang telah disajikan terutama terhadap substansi manajemen yang terdapat dalam ekstrakurikuler otomotif. Bagi jurusan Administrasi Pendidikan, diharapkan memperbanyak kajian tentang pengelolaan ekstrakurikuler terutama di bidang keterampilan khususnya di bidang otomotif.

DAFTAR RUJUKAN

Sule, E dan Saefulloh, K. 2005. Pengantar Manajemen Edisi Pertama. Jakarta: Tarsito.

Sahertian, P. 1987. Dimensi-dimensi Administrasi Pendidikan. Bandung: Tarsito.

Sanjaya,W. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media.

Imron, A. 1995. Manajemen Peserta Didik di sekolah. Malang: IKIP.

De Porter, B dan Hernacky, M. 2002. Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Bandung: Kaika.